Home » Featured » Ekspansi Pertamina di Irak Dukung Sekuriti Energi

Ekspansi Pertamina di Irak Dukung Sekuriti Energi

Ekspansi Pertamina di Irak Dukung Sekuriti Energi

MigasReviewLoI Suplai Minyak Irak untuk Kilang Baru Diteken sebelum Oktober. Baca ... », Jakarta – Sejak 1996-1997, PertaminaDana Eksplorasi Ibarat Uang untuk Main Poker. Baca ... » (Persero) sebenarnya sudah banyak berekspansi ke luar negeri untuk ikut mengebor ladang-ladang minyak di sana. Kehadiran Pertamina itu antara lain ada di Sudan, Qatar, Irak, Malaysia hingga Australia.

Lama tak terdengar sepak terjang Pertamina di luar negeri, beberapa waktu lalu, Menteri Koordinator Ekonomi Hatta RajasaPertamina, PetroChina Gabung Exxon Garap West Qurna. Baca ... » disertai sejumlah petinggi negara, antara lain Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDMESDM: Konsumsi Gas untuk Domestik Diupayakan 45 Persen. Baca ... ») Susilo SiswoutomoSKK Migas Sambut Baik Ekspansi Pertamina di Irak. Baca ... » dan Direktur Utama Pertamina Karen AgustiawanDukungan SKK Migas dan Pertamina pada Indonesia Incorporated. Baca ... » berkunjung ke Irak dan menghasilkan sejumlah kesepakatan. Pertamina memperoleh Blok Qurna 1 dan mengikat kontrak pembelian minyak sebesar 33.000 barel per hari dari negara tersebut selama lima tahun.

Yang perlu dicatat, ekspansi Pertamina ke Irak pasca-invasi Amerika Serikat (AS) pada 2003 sangat penting demi sekuritisasi energi nasional. Ini karena Indonesia tidak bisa lagi terlalu mengandalkan produksi minyak dalam negeri yang tinggal 4 miliar barel dan diprediksi habis dalam 12 tahun ke depan jika diproduksi sebesar 890 barel per hari.

Ketua Dewan Penasihat Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGIDana Eksplorasi Ibarat Uang untuk Main Poker. Baca ... ») Andang BachtiarCadangan Migas Belum Terolah 5 Miliar Barel. Baca ... » mengatakan bahwa salah satu kunci ketahanan energi nasional adalah ekspansi ke luar negeri.

“Kita harus memperbesar sekuriti energi, bukan saja dari cadangan dalam negeri tapi juga penguasaan cadangan di seluruh dunia. Kita harus menuju keseimbangan energi. Salah satu caranya adalah bekerjasama dengan national oil company (NOC) lain. Mereka punya (ladang) di kita, kita punya di mereka. Kita harus saling bersinergi, saling menjaga, dan saling punya blok di berbagai tempat,” kata AndangPertamina Diyakini Mampu Kelola Blok Mahakam. Baca ... » kepada MigasReview.com yang menyambangi kantornya pekan lalu.

Andang menegaskan, Pertamina harus keluar negeri dan menggarap lapangan di sana. “Kalau kita tidak melakukan itu, kita akan ketinggalan tren sekuriti energi. Kalau kita tidak punya apa-apa selain di Indonesia, ya susah. Jangan sampai kita terjebak pada pendapat yang mengatakan bahwa lebih baik Pertamina mengurusi dalam negeri dulu yang belum beres. Pendapat itu tidak sesuai dengan prinsip sekuriti energi,” kata dia.

Dikatakannya, kalau minyak dari Irak bisa dibawa ke Indonesia dengan harga yang lebih bagus daripada dari tempat lain, itu adalah pilihan yang baik.

Di tempat lain, pengamat ekonomi Faisal Basri sepakat dengan Andang. Dia mengatakan bahwa Pertamina memiliki kepentingan untuk menjaga suplai kilangIrak Berkomitmen Pasok Minyak Kilang Indonesia. Baca ... »-kilangnya untuk jangka panjang.

“Kilang-kilang itu didesain untuk jenis minyak tertentu dan minyak Irak lebih murah. Kalau kita dapat minyak dari Irak, berarti ada kepastian buat kilang Pertamina. Kedua, kalau kita masuk ke Irak dalam waktu turbulensi sekarang, itu dihargai banget oleh Irak. Lebih mudah masuknya. Peluangnya lebih besar,” kata Faisal kepada MigasReview.com.

Menurut dia, pembelian minyak dari Irak itu penting karena produksi dalam negeri terus turun.

Kepala Hubungan Masyarakat Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan GasESDM: Konsumsi Gas untuk Domestik Diupayakan 45 Persen. Baca ... » Bumi (SKK MigasDana Eksplorasi Ibarat Uang untuk Main Poker. Baca ... ») Elan BiantoroSKK Migas Sambut Baik Ekspansi Pertamina di Irak. Baca ... » menyambut baik dan memberikan dukungan penuh pada ekspansi Pertamina di ladang minyak Irak itu.

“Sangat positif bila investasi hulu itu ekonomis, prospektif, dan menghasilkan keuntungan yang signifikan. Kita harapkan itu bisa membuat Pertamina berkembang pesat seperti PetronasKembalikan Fungsi Korporasi Pertamina sebagaimana Mestinya. Baca ... », sehingga Pertamina tidak hanya menjadi jago kandang. Pertamina harus mulai ekspansi keluar,” kata Elan kepada MigasReview.com, Selasa (19/3).

Dikatakannya, investasi itu akan sangat berarti bagi negara yang memiliki 100 persen saham Pertamina.

“Saat ini kita sedang defisit minyak di mana konsumsi lebih besar dari produksi. Pasokan dari Irak ini diharapkan bisa meningkatkan suplai minyak domestik,” tambah Elan.

Kalah Agresif dan Ekspansif

Namun Andang menambahkan, meski dia menyambut baik ekspansi Irak pasca-invasi AS tersebut, Pertamina dikatakannya kalah agresif dan ekspansif dibandingkan dengan NOC-NOC lainnya.

“Petronas malah sudah jadi guru kita. Dia sudah merambah ke mana-mana dan strateginya adalah masuk ke tempat-tempat yang tidak dimasuki negara-negara Barat. Petronas masuk dengan diplomasi minyak ‘ahlan wasahlan’ ke negara-negara Islam. Petronas sudah ada di Sudan, Aljazair, dan negara Afrika lainnya. Dia jago di tempat-tempat yang tidak dirambah AS,” kata Andang.

Sebenarnya, kata dia, Pertamina sudah ada di Irak sejak 1997-1998 namun harus berhenti pada 2003 menyusul invasi AS. Saat itu Pertamina mengelola Blok Western Desert.

Setelah 10 tahun sejak saat itu, kini urusan di Irak mulai dibenahi.

“Saya rasa selain blok tambahan yaitu Qurna 1, Indonesia juga menegosiasikan Blok Western Desert yang sebelum perang sudah dikelolanya,” kata Andang.

Ekspansi lanjutan ke Irak  ini kita harapkan menjadi babak baru dari bangkitnya gairah Pertamina untuk terus menjelajah dunia. Ya, Pertamina tidak boleh tinggal diam melihat potensi yang besar di luar sana. (cundoko aprilianto)

Index Kategori Ini »


Baca juga yang iniclose