Home » Review » Indonesia Butuh Kilang Minyak Baru untuk Ketahanan Energi

Indonesia Butuh Kilang Minyak Baru untuk Ketahanan Energi

Indonesia Butuh Kilang Minyak Baru untuk Ketahanan Energi

Saat ini Indonesia masih kekurangan kilangSetiap Bulan Pertamina Impor BBM Hingga 11 Juta Barrel. Baca ... » minyak untuk meningkatkan produksi. Akibatnya, bila ada kilang rusak atau terbatas penggunaannya, laju produksi bisa terganggu. Di sisi lain, konsumsi energi terus meningkat mengikuti permintaan pembangunan di berbagai sektor, khususnya industri dan transportasi.

Total kapasitas terpasang kilang minyak bumiCadangan Gas Bumi Indonesia, Untuk Keperluan Siapa?. Baca ... » PT PertaminaPertamina-UOP Teken Kesepakatan Studi Kelayakan Proyek Kilang. Baca ... » (Persero) dan milik swasta saat ini mencapai sekitar 1,156 juta barel per hari. Kilang ini digunakan untuk mengolah minyak bumi produksi dalam negeri maupun imporSetiap Bulan Pertamina Impor BBM Hingga 11 Juta Barrel. Baca ... » untuk menghasilkan berbagai produk bahan bakar minyak (BBMSetiap Bulan Pertamina Impor BBM Hingga 11 Juta Barrel. Baca ... ») yang pada 2011 mencapai 41,69 juta kiloliter.

Kebutuhan BBM, tidak termasuk biofuel, diproyeksikan meningkat rata-rata 3,18% per tahun hingga 2030. Konsumsi bensin dan automotive diesel oil (ADO) tumbuh rata-rata 5,68% per tahun dan 2,18% per tahun, sedangkan konsumsi minyak tanah (kerosin) turun rata-rata 2,97% per tahun. Dari sisi pengguna, sektor transportasi tumbuh rata-rata 5% per tahun dan sektor pertanian, konstruksi dan pertambangan (PKP) tumbuh rata-rata 5,31% per tahun.

Dalam proyeksi BBM berdasarkan wilayah, Jawa Barat dan Sumatera mengalami peningkatan yang cukup besar, masing-masing rata-rata 2,8% per tahun dan 3,3% per tahun, sejalan dengan pertambahan penduduk dan perkembangan industri di wilayah tersebut.

Demi Ketahanan Energi

Direktur Indonesia Center for Green Darmawan PrasodjoIsu Nilai Keekonomian Hambat Pembangunan Kilang Minyak. Baca ... », PhD pun mengatakan, Indonesia  memang sudah seharusnya memiliki kilang baru, terutama untuk tujuan energy security (ketahanan energiPertamina Dapat Dana dari AS untuk Proyek Hilir. Baca ... »). Walaupun nantinya ini memberikan marjin yang tidak terlalu banyak, tujuannya jelas, yaitu agar tidak tergantung dengan minyak dari luar (impor). “Sehingga tidak perlu itu menggunakan Petral, harga spot market. Kurang elok lah,” tandasnya.

Namun Darmawan mengakui, untuk pembuatan kilang minyak baru tentu butuh biaya yang tidak sedikit, yaitu kisaran US$7-15 miliar. Otomatis, dibutuhkan offshore capital (pendanaan dari luar), hal yang sering sekali menjadi perselisihan karena perlunya kerjasama dengan perusahaan asing. “Memang diperlukan sentimen nasionalisme karena itu tidak bisa hanya dilihat sebagai investasi. Ada sunk cost (biaya tetap, kontinu selama bisnis tersebut beroperasi dan tidak terpengaruh oleh volume output atau variabel tergantung pada volume, red). Kan ini yang menjadi perdebatan siapa yang mau tanggung jawab nanti kalau ada apa-apa,” jelasnya.

Akan tetapi, seharusnya beberapa kilang baru dibangun dalam waktu dekat demi mencukupi permintaan konsumsi dalam negeri yang terus menunjukkan tren meningkat. Namun, tidak semua jenis minyak yang diproduksi dari dalam negeri dapat diolah di kilang milik Indonesia. Inilah yang menyebabkan impor minyak masih dibutuhkan karena untuk mencukupi permintaan domestik.

Pengamat energi ReforMiner InstituteIsu Nilai Keekonomian Hambat Pembangunan Kilang Minyak. Baca ... » Komaidi NotonegoroIsu Nilai Keekonomian Hambat Pembangunan Kilang Minyak. Baca ... » pernah menjelaskan, bahwa kilang yang dimiliki Indonesia dapat mengolah minyak mentah yang berasal dari dalam negeri. Tetapi, untuk memenuhi kebutuhan domestik diperlukan minyak mentah sebanyak 1,5 juta barrel per hari sementara produksi domestik hanya 830 ribu barel per hari, dan itu pun pemerintah hanya dapat bagian sekitar 60%-nya. Sehingga, untuk menutupi selisihnya, mau tidak mau Indonesia harus mengimpor.

Empat Skenario

Sebenarnya, pemerintah sudah membuat skenario menyangkut kebutuhan pembangunan kilang yang rencananya mulai dibangun pada 2015. Terdapat empat skenario, yaitu skenario dasar, skenario proyek, skenario upgrading dan skenario gabungan. Skenario dasar adalah skenario dengan mempertimbangkan kapasitas kilangLanskap Hilir Migas Indonesia Dinilai Takkan Banyak Berubah. Baca ... » saat ini (existing) tanpa melakukan penambahan kapasitas. Skenario proyek adalah skenario dengan mempertimbangkan kilang existing dan kilang proyek dengan kapasitas masing-masing 300 million barrel per stream day (MBSD).

Sementara itu, senario upgrading adalah skenario dengan mempertimbangkan kilang existing dan kilang proyek. Beberapa proyek kilang upgrading antara lain adalah Kilang Balikpapan sebesar 50 MBSD dan Kilang CilacapTak Semua Minyak Mentah Dapat Diolah di Satu Kilang. Baca ... » sebesar 62 MBSD. Sedangkan senario gabungan mempertimbangkan kapasitas kilang existing, seperti pembangunan proyek KilangPemerintah Batal Bangun Kilang Pakai Dana APBN. Baca ... » Banten dan Tuban, proyek kilang upgrading dan tambahan kilang minyak baru.

Pembangunan kilang ini, merupakan wujud keprihatinan atas terbengkalainya pembangunan kilang minyak yang terhalang oleh kendala-kendala seperti tuntutan investor yang tinggi. Sejak 1998, sudah seharusnya Indonesia memiliki kilang baru, namun terhalang dua hal, yaitu dana dan kerjasama dengan asing yang membutuhkan persyaratan tertentu.

Seperti diungkapkan Menteri Keuangan Agus Martowardojo, meski pihaknya mendukung pembangunan kilang minyak, tetapi daftar permohonan insentif yang diajukan dari 2 investor asing, yaitu Kuwait PetroleumIndonesia, Kuwait, Arab Gagal Negosiasi soal Kilang. Baca ... » dan Saudi AramcoIndonesia, Kuwait, Arab Gagal Negosiasi soal Kilang. Baca ... » terlalu banyak. Dirinya tidak mau terlalu obral dengan menjanjikan sesuatu kepada calon investor, sementara studi kelayakannya belum dilakukan. Tetapi, ketika terlihat bahwa investasi itu dapat memberikan peluang pengembalian (return) yang jelas, barulah pemerintah akan menyikapinya. (anovianti muharti)

Index Kategori Ini »


Baca juga yang iniclose