Home » Featured » MedcoEnergi Fokus ke Proyek EOR
Imron Gazali (2)

MedcoEnergi Fokus ke Proyek EOR

MedcoEnergi Fokus ke Proyek EOR

MigasReviewPetronas: Setengah Lapangan Berproduksi Malaysia Miliki Potensi EOR. Baca ... », Jakarta – Masih banyak daerah di Indonesia terutama bagian timur dan laut dalam potensial yang belum banyak dieksplorasi oleh perusahaan minyak dan gas bumi (migasMedcoEnergi Perkuat Portfolio Aset melalui Transaksi Swap. Baca ... »). Ini karena untuk melakukannya butuh teknologi tinggi, sumber daya manusia (SDM) yang handal, serta belanja modal yang tidak sedikit.

Head of Corporate Secretary PT Medco EnergiMedcoEnergi Pertahankan EBITDA di US$341,5 Juta. Baca ... » International, Tbk. Imron Gazali mengatakan, pihaknya kini lebih berfokus pada proyek enhanced oil recovery (EORPetronas: Setengah Lapangan Berproduksi Malaysia Miliki Potensi EOR. Baca ... »), di mana saat ini proyek pilot sedang dijalankan dan diharapkan bisa memberikan potensi cadangan yang signifikan.

Di sisi lain, walaupun sudah berpengalaman mengerjakan lapangan di luar negeri dan operasi migas di offshore, MedcoEnergiMedcoEnergi Garap Ladang Migas di Malaysia. Baca ... »  belum berencana untuk melakukan eksplorasi laut dalam.

Berikut penjelasannya kepada MigasReview.com saat ditemui di kantornya di the Energy Building, beberapa waktu lalu.

Sekarang Indonesia sedang menawarkan lapangan laut dalam bagian timur. Apakah MedcoEnergi berminat untuk eksplorasi ke situ?

Kami juga melakukan evaluasi potensi laut dalam, dan diputuskan untuk belum mengarah ke situ.Salah satu alasannya adalah teknologi yang diperlukan cukup tinggi. Di samping itu, saat ini MedcoEnergi sedangmengerjakan beberapa proyek utama, di antaranya Senoro2013-2014, MedcoEnergi Akan Bor 28 Sumur Eksplorasi. Baca ... », DSLNG, Blok A, dan LibyaBeberapa Proyek Utama MedcoEnergi Catat Kemajuan. Baca ... » Area 47. Kami ingin berfokus di proyek utama dahulu,  dan juga menyelesaikan proyek pilot EOR di Blok Rimau.

Sudah berapa lama MedcoEnergi mengembangkan EOR?

Perjalanan MedcoEnergi menggunakan teknologi EOR memang tidak sebentar, tapi ini ada alasannya. Kami pionir dalam pengembangan EOR dengan menggunakan teknologi terkini, yaitu dengan bahan kimiaDalam melakukan EOR ini, diperlukan prinsip kehati-hatian. Perlu diketahui juga bahwa EOR yang kami diterapkan di Blok Rimau adalah diformasi karbonat, di mana hal ini adalah yang pertama kalinya di dunia.

Untuk itu, diperlukan studi yang sangat komprehensif mulai dari karakteristik reservoir, jenis minyak, jenis bahan kimia yang sesuai termasuk komposisinya, teknik injeksi, teknik produksiMedcoEnergi Perkuat Portfolio Aset melalui Transaksi Swap. Baca ... », dan juga tentunya proses persetujuan pemerintah. Untuk menguji keberhasilan teknik ini, kami melakukan pilot project untuk lapangan minyak yang terbatas dulu, sebelum memutuskan pengembangan untuk semua lapangan minyak di Rimau. Pilot project ini diharapkan bisa sebagai referensi untuk fasilitas pembuatan bahan kimia, fasilitas injeksi, simulasi reservoir model, baik untuk sumur injeksi, sumur produksi, dan lain-lain. Nantinya, ini semua akan di scale up untuk pengembangan lapangan dengan skala yang lebih besar.

Kami mendapatkan kehormatan saat dikunjungi Pak Rudi RubiandiniBersaing Beli Aset Perusahaan Migas yang Pull Out. Baca ... » yang saat itu masih wakil menteri ESDM dalam inagurasi proyek EOR untuk meresmikan selesainya fasilitas injeksi.

Alhamdulillah, pada Desember 2012 lalu, kami berhasil melakukan injeksi kimia ke dalam sumur. Sekarang ini sedang dalam tahap monitoring sumur injeksi dan produksi. Indikasinya positif. Sudah ada penambahan minyak yang keluar dari sumur produksi. Kami merencanakan tahun ini ada perkembangan yang lebih positif sehingga bisa memasuki tahap ke pengembangan yang lebih besar.

Bisa menambah berapa cadangan potensi minyak dari EOR tadi?

Dari kajian internal MedcoEnergi di lapangan Kaji Semoga, potensi EOR bisa menambah sekitar 60 hingga 65juta barel minyak.

Apa saja yang perlu dipertimbangkan untuk masuk ke tahapan-tahapan berikutnya?

Ada beberapa faktor pertimbangan, antara lain kemampuan reservoir dalam produksi minyak, teknik pengambilan minyak yang sudah digunakan, jenis minyak, biaya investasi dan operasi, dan pada akhirnya adalah keekonomian atau tingkat pengembalian keuntungan ke investor. Pada umumnya, suatu lapangan minyak akan diproduksi melalui teknik awal primary recovery. Pada tahap ini, recovery factor pengambilan minyak mencapai 20 hingga 30 persen.  Bila angka ini sudah terlewati, diperlukan tahapan berikutnya, yaitu secondary recovery menggunakan teknik water flood, steam floor atau CO2 injection. 

Di tahap secondary recovery, peningkatan recovery factor dapat ditingkatkan ke kisaran 40 persen.  MedcoEnergi telah berhasil dengan secondary recovery technique dengan menggunakan water flood sejak beberapa tahun yang lalu. Selanjutnya adalah tertiary recovery (EOR) menggunakan chemical, yang akan bisa meningkatkan recovery factor hingga di kisaran 60 persen.

Apa yang diharapkan MedcoEnergi dari pemerintah soal penggunaan teknologi yang mahal ini?

Semua tahapan itu dilakukan secara berurutan dengan tujuan meningkatkan recovery factor pengambilan hidrokarbon di dalam reservoir sehingga hasil yang diperoleh bisa optimal. Memang benar, makin tinggi teknologi, akan makin besar biaya yang dikeluarkan.

Untuk itu, keekonomian akan sangat penting dalam pengambilan keputusan melanjutkan ke tahapan berikutnya. Di sinilah peran pemerintah untuk terus mendukung usaha ini dengan memberikan paket insentif yang tepat sehingga keekonomian bagi investor tetap terjaga. Selain itu, diperlukan juga dukungan pemerintah untuk akses teknologi dan penggunaan para expert (tenaga ahli). (anovianti muharti)

Index Kategori Ini »


Baca juga yang iniclose