Home » Review » Kronologi Perpanjangan Wilayah Kerja Blok Mahakam
Menjelang Berakhirnya KKS Blok Mahakam (Bagian 1)

Kronologi Perpanjangan Wilayah Kerja Blok Mahakam

Kronologi Perpanjangan Wilayah Kerja Blok Mahakam

Menyusul segera habisnya masa kontrak kerjasama (KKS) di Blok MahakamTotal Klaim Makin Terbuka pada Publik. Baca ... » pada 2017, wacana soal penghentian kontrak mulai marak di Tanah Air. Berbagai pendapat, saran, hingga aksi hukum mewarnai ranah publik. Semua mengklaim sebagai pihak yang ingin menyelamatkan sumber dayaStrategi Pengelolaan Sumber Daya Migas Indonesia. Baca ... » energi nasional. Tapi memang tidak semua memiliki cara pandang yang sama dalam misi penyelamatan itu. Sebagian pihak berpendapat bahwa Blok Mahakam harus sepenuhnya dikuasai oleh Indonesia lewat PertaminaPertamina Diyakini Mampu Kelola Blok Mahakam. Baca ... » sebagai perusahaan minyak dan gasESDM: Konsumsi Gas untuk Domestik Diupayakan 45 Persen. Baca ... » nasional. Sebagian lagi berpendapat bahwa pengelolaan Blok Mahakam memiliki risiko tinggi yang ujungnya juga akan makan biaya tinggi. Oleh sebab itu, kubu ini berpendapat bahwa agar nasionalisme tidak sempit, sebaiknya penyertaan Pertamina di Blok Mahakam tidak mayoritas.

Untuk menelaah masalah ini, MigasReview.com akan menurunkan tiga tulisan secara berseri, yang dimulai dengan kronologi perpanjangan Wilayah Kerja (WK) Blok Mahakam.

DATA UMUM

Wilayah Kerja             :   Mahakam

KKKS                            :   Total IndonesiePertamina Diyakini Mampu Kelola Blok Mahakam. Baca ... » E&P

PSC Original               :   31 Maret 1967 – 30 Maret 1997

PSC Extension 1         :   31 Maret 1997 – 31 Desember 2017

Status                           :   Produksi (Dimulai pada 1974)

Pemegang saham       :   Total E&P IndonesieTotal Mulai Kembangkan Lapangan Jempang dan Metulang. Baca ... » (50%) INPEXTotal Mulai Kembangkan Lapangan Jempang dan Metulang. Baca ... » (50%)

Dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR-RI Di hadapan Menteri Energi dan Sumber Daya MineralESDM: Total Harus Tunggu Hasil Evaluasi Blok Mahakam. Baca ... » Jero Wacik46 WK Migas Konvensional Ditawarkan . Baca ... » bercerita bahwa 50 tahun lalu, tepatnya 1967, pertama kali Blok Mahakam  ditemukan. Saat itu, asing  mendapatkan kontrak eksplorasi berjangka 30 tahun sampai dengan 1997.

“Itu Total Indonesie dan Inpex memegang saham sebesar 100 persen. Kita tidak ikut dalam kepemilikan tapi kita tetap mendapatkan hasil. Kalau mereka dapat minyak, mereka dapat bagian 15 persen, kita 85 persen. Kalau dapat gas, mereka 30 persen dan kita 70 persen. Jadi ladang itu kita yang punya, mereka cuma kontraktor kontrak kerjasama (KKKS),” kata JeroESDM: Konsumsi Gas untuk Domestik Diupayakan 45 Persen. Baca ... ».

Total dan Inpex telah menginvestasikan setidaknya US$ 27 miliar atau sekitar Rp250 triliun sejak masa eksplorasi dan pengembangannya, yang telah memberikan penerimaan kepada negara sebesar US$ 83 miliar atau sekitar Rp.750 triliun.

Sekretaris Satuan Kerja Khusus MigasPemerintah masih Kaji Perpanjangan Kontrak Blok Masela. Baca ... » (SKK MigasKKKS Didesak Tingkatkan Anggaran Eksplorasi. Baca ... ») GdePertamina Diyakini Mampu Kelola Blok Mahakam. Baca ... » Pradnyana menuturkan, kontrak bagi hasil Blok Mahakam kemudian diperpanjang pada 1997 untuk jangka waktu 20 tahun sampai 2017. Kegiatan eksplorasi yang dilakukan pada 1967 menemukan cadangan minyak dan gas bumi di Blok Mahakam pada 1972 dalam jumlah yang cukup besar.

Cadangan, yaitu gabungan cadangan terbukti dan cadangan potensial atau dikenal dengan istilah 2P awal, yang ditemukan saat itu sebesar 1,68 miliar barel minyak dan gas bumi sebesar 21,2 triliun kaki kubik (TCF). Dari penemuan itu, blok tersebut mulai diproduksi dari lapangan Bekapai pada 1974.

Produksi dan pengurasan cadangan tersebut secara besar-besaran di masa lalu membuat Indonesia menjadi eksportir LNG terbesar di dunia pada 1980-2000. Kini, setelah pengurasan selama 40 tahun, sisa cadangan 2P minyak saat ini sebesar 185 juta barel dan cadangan 2P gas sebesar 5,7 TCF. Pada akhir maka kontrak 2017, diperkirakan masih menyisakan cadangan 2P minyak sebesar 131 juta barel dan cadangan 2P gas sebanyak 3,8 TCF. Dari jumlah tersebut diperkirakan sisa cadangan terbukti (P1) gas kurang dari 2 TCF.

“Jadi informasi yang disampaikan seolah-olah sisa cadangan gasTotal: Blok Mahakam Sudah Tidak Ada Prospek Lagi. Baca ... » pada tahun2017 sebesar 10,1 TCF dan sisa cadangan minyak sebesar 192 juta barel jelas tidak mempunyai dasar”, jelas Gde mengacu pada klaim  the Indonesian Resources Studies (IRESS).

Masalah perpanjangan kontrak Blok Mahakam sangat erat kaitannya dengan upaya untuk menjamin dan memaksimalkan penerimaan negara.

“Seandainya pemerintah bermaksud memperpanjang kontrak Blok Mahakam, maka pemerintah pasti akan meminta kenaikan bagi hasil yang lebih banyak lagi dari kontrak sebelumnya,” kata Gde.

Dikatakannya, sisa cadangan yang ada plus fasilitas produksi yang sudah sepenuhnya diberikan cost recovery harus dianggap sebagai equity pemerintah sehingga split bagi hasil yang semula 70:30 untuk gas dan 85:15 untuk minyak harus dinaikkan secara signifikan demi mengompensasi equity pemerintah tersebut”, imbuh Gde.

Potensi Eksplorasi

Balik ke 2010, kegiatan eksplorasi pada tahun itu berupa pengeboran sumur Stupa-6 yang merupakan sumur step-out dari Lapangan Stupa dan TM-96 yang akan membuktikan keberadaan dan produktivitas reservoir over pressure zona H. Berdasarkan pengiriman data sumberdaya status Desember 2009, terlihat bahwa masih terdapat 9 prospek dengan potensial sumberdaya (inplace) untuk minyak sebesar 60.6 MMBO dan gas sebesar 1350 BSCF serta 11 (sebelas) lead, sehingga program kegiatan eksplorasi ke depan masih dapat dilanjutkan.

Meskipun  demikian, produksi Blok Mahakam sudah memasuki fase decline mulai 2010. Penurunan lebih tajam terjadi pada 2012 karena terjadi problem kepasiran yang signifikan. Cadangan migas konsisten turun sejak 2000 karena tidak ada temuan eksplorasi yang cukup besar, hanya menguras lapangan existing.

Gde mengatakan, penambahan cadangan di Blok Mahakam masih dimungkinkan asal dilakukan investasi untuk melakukan kegiatan eksplorasi.  “Jadi, kuncinya harus eksplorasi agar menemukan tambahan cadangan,” kata Gde.

Memang, sejak 2003 Reserves Replacement Ratio (RRR) sudah negatif. Sementara itu, rasio Reserve to Production (R/P) adalah sekitar 5 tahun. Artinya, cadangan akan habis dalam 5 tahun lagi sejak 2017 apabila dikuras dengan tingkat produksi terakhir yaitu sekitar 420 MBOEPD. Tetapi karena tingkat produksi mengalami penurunan yang signifikan, maka R/P diperkirakan lebih dari 5 tahun dan analisis awal (preliminary analysis) menyebutkan kurang lebih 10 tahun).

Withdrawal rate atau laju pengurasan terus meningkat walaupun cadangan semenjak 2000 mengalami penurunan yang signifikan. Withdrawal rate terakhir sekitar 16% atau 2 kali lipat lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 8%.

Dengan rencana produksi sesuai usulan Total Indonesie, sisa cadangan gas 4.12 TSCF (2P Risk) akan habis pada 2019. Pilihan lainnya, cadangan gas akan terkuras lebih lama lagi tetapi dengan tingkat produksi yang tidak setinggi usulan Total Indonesie.

Menurut dokumen yang didapatkan MigasReview.com, Total E&PTotal E&P Indonesie Perpanjang Kontrak Apexindo. Baca ... » Indonesia (TEPI) mengajukan usulan terms and condition yaitu perpanjangan KKS selama 15 tahun (31 Desember 2017 – 31 Desember 2032) dengan investasi sebesar US$ 16 milliar untuk periode 2010-2017, dan selanjutnya sebagai tambahan sekitar  US$ 7 milliar.

Sementara itu, terms PSC yang ditawarkan antara lain adalah investment credit tidak diberlakukan untuk projek recovery tersier/EOR, mengharapkan perbaikan dalam masalah depresiasi, dan first tranche petroleum (FTP) sebesar 10% payable to GOI untuk keseluruhan revenue hydrocarbon.

“Hal ini tidak akan diberlakukan apabila harga gas sales domestik berada di bawah harga ekspor LNG atau jika perolehan minyak berasal dari metode recovery tersier,” bunyi keterangan TEPI.

Perusahaan juga mengusulkan agar bonus dibayarkan dalam 15 hari pada saat penandatanganan perpanjangan KKS, dan besarnya bonus akan didiskusikan. Menyangkut eksplorasi, TEPI akan melakukan mengeboran minimal 2 sumur eksplorasi dalam 3 tahun setelah 2008.  (cundoko aprilianto)

Index Kategori Ini »


Baca juga yang iniclose